Senkom SAR Gelar Webinar PBSAR, Perkuat Kapasitas Penanganan Kecelakaan dan Pencegahan Kebakaran



Jakarta – Senkom SAR Mitra Polri menggelar Webinar PBSAR dengan tema “Optimalisasi Peran PBSAR dalam Penanganan Pertolongan Pertama Kecelakaan Kendaraan dan Pencegahan Bencana Awal Terjadinya Kebakaran”, Minggu (27/9/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh anggota Senkom Mitra Polri dan masyarakat umum.

Webinar mengusung semangat “Siaga, Tanggap, Terlatih, Selamatkan Sesama” dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi kondisi darurat. Materi yang diberikan mencakup pertolongan pertama kecelakaan kendaraan, teknik penanganan awal dan pengamanan lokasi kejadian, pencegahan kebakaran, penggunaan APAR, serta koordinasi dan komunikasi dalam situasi darurat.

Dalam sambutannya, Edi Ermawan menyampaikan bahwa bencana tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi, namun dampaknya dapat diminimalkan apabila masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik. Karena itu, masyarakat perlu memahami tanda-tanda bahaya, menyiapkan kebutuhan penting seperti tas siaga bencana, serta mengetahui jalur dan tempat yang aman untuk menyelamatkan diri ketika terjadi keadaan darurat. Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut penting untuk melindungi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

Sementara itu, narasumber Mujiono menyampaikan materi Vehicle Accident Rescue (VAR). Dijelaskan bahwa kecelakaan kendaraan merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan khusus karena memerlukan kompetensi, peralatan, serta prosedur kerja yang tepat. Dalam pelaksanaannya, tim gabungan harus memiliki personel yang siap secara fisik dan mental, struktur tim yang jelas, komandan tim, pengemudi, serta anggota yang memahami tugas masing-masing.


Dalam proses penyelamatan, tim harus melakukan penilaian terhadap kondisi kejadian, menentukan teknik mengeluarkan korban secara aman, membuat akses bagi penolong, serta menjalankan prosedur penyelamatan sesuai kondisi di lapangan. Kecepatan respons juga menjadi faktor penting, namun tetap harus memperhatikan berbagai hambatan menuju lokasi, seperti kepadatan lalu lintas, cuaca, kondisi jalan, maupun jalur yang harus ditempuh.

Mujiono juga menjelaskan pentingnya memperhatikan jarak aman bagi penolong ketika berada di lokasi kejadian. Secara umum, jarak aman yang disampaikan dalam materi adalah sekitar 15 meter dari lokasi kecelakaan, 30 meter dari lokasi kebakaran, dan 70 meter dari lokasi pengangkutan bahan berbahaya dan beracun (B3). Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan penolong sebelum melakukan tindakan pertolongan.


Narasumber berikutnya, Liana, memberikan materi Basic Fire yang membahas dasar-dasar keselamatan dan penanganan awal kebakaran. Peserta diperkenalkan dengan segitiga api (fire triangle) yang terdiri dari oksigen, panas, dan bahan bakar. Ketiga unsur tersebut menjadi faktor utama yang memungkinkan terjadinya proses pembakaran.

Materi juga menjelaskan klasifikasi kebakaran, yaitu Kelas A yang melibatkan bahan padat seperti kayu, kertas dan tekstil; Kelas B yang melibatkan bahan cair atau gas seperti bensin dan solar; Kelas C yang berkaitan dengan listrik; Kelas D yang melibatkan logam; serta Kelas K yang berkaitan dengan minyak atau lemak untuk memasak. Pemahaman terhadap klasifikasi kebakaran menjadi dasar dalam menentukan tindakan pemadaman yang tepat.

Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai metode pemadaman, antara lain melalui pendinginan, isolasi bahan bakar, menghilangkan oksigen, serta menghentikan reaksi kimia. Materi juga membahas penempatan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran sejak dini.


Melalui webinar ini, Senkom SAR Mitra Polri berharap pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan kemampuan anggota dan masyarakat dalam merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih siaga, tanggap, terlatih, dan peduli terhadap keselamatan sesama. (DWI).

Posting Komentar

0 Komentar