Selamat Hari Bela Negara 19 Desember 2014

Headlines

Tanam Pohon Bakau, Redam Tsunami di Manokwari

Posted by Senkom Mitra Polri | Senin, 24 November 2014 | Posted in ,

Senkom.or.id | Manokwari - Forum (PB) Penanggulangan Bencana Manokwari mengadakan aksi masal penanaman pohon bakau/mangrove di desa Wamesa, distrik Manokwari Selatan (Sabtu, 22 November 2014) untuk memperingati Hari Pohon Dunia yang ditetapkan 21 November.

Bastian Salabay Bupati Manokwari hadir bersama kurang lebih 200 peserta dari berbagai instansi diantaranya dari pemerintahan yaitu Basarnas, BPBD, Satpol PP, Sispala SMP 19, SMP 07 dan elemen masyarakat diantaranya Senkom Mitra Polri,  Kelompok Siaga Bencana Kampung (KSBK), LSM Perdu, YEU, LDII Kab Manokwari, Pelita, Silva UNIPA, Rapi, Kamuki, Mnukwar, PMI, Honda Astra, dan Orari.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan, terutama menjaga hutan bakau dari kerusakan. “Karena pentingnya hutan bakau dalam penanggulangan bencana khususnya bencana tsunami, dan menjaga pantai dari abrasi mari kita orang tanam pohon bakau” terang Bastian Salabay.

Penyerahan pohon bakau oleh ketua Forum Penanggulangan Bencana Manokwari kepada bupati dilakukan secara simbolik sebagai tanda dimulainya penanaman pohon bakau di pesisir pantai Wamesa, kemudian dilanjutkan oleh para peserta dengan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk dilakukan penanaman pohon bakau di sepanjang rawa-rawa yang ada di pesisir pantai Warmasai.

Aksi ini dilaksanakan oleh Forum Penanggulangan Bencana Manokwari sebagai media sosialisasi dalam peningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya upaya pengurangan resiko bencana sekaligus mempererat kebersamaan dalam kerja kerja membangun ketangguhan Manokwari, kata Rizki Darwinto anggota Senkom Mitra POlri sealigus penanggungjawab penanaman pohon ini.

Sebagaimana diketahui di kabupaten Manokwari banyak kawasan pemukiman yang berada di kawasan pesisir pantai hal ini menjadi salah satu tugas Forum Penanggulangan Bencana untuk memberikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya hutan bakau atau mangrove. Perlu diketahui salah satu fungsi utama hutan bakau atau mangrove ini adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami. Sehingga bila terjadi bencana korban jiwa bisa lebih diminimalisir. (sae)
 

KNPI Adakan Dialog Kebangsaan di Tanjungselor

Posted by Senkom Mitra Polri | Selasa, 11 November 2014 | Posted in ,

Senkom.or.id | Tarakan - Untuk pertama kalinya di Provinsi Kaltara diadakan temu nasional pemuda se-Indonesia di Tan-jung Selor dan Kota Tarakan diadakan oleh KNPI dihadiri oleh petinggi-petinggi dari TNI, Kemendagri, Lemhanas, dan DPR RI.

Berlangsung mulai tgl 8 -9 Nopember 2014 dengan tema "Pemuda perkokoh persatuan, Ketahanan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan di Bumi Perbatasan." Seluruh Pimpinan OKP se Indonesia hadir dalam acara ini, termasuk pula Ketua Senkom Pusat Bp. M Sirot, SH. MH. dan 20 personil Senkom Tarakan termasuk ketua dan sekretaris.

Nara sumber acara Mayjen TNI Danu Nawawi, S.Sos dari Lemhanas, Mayjen TNI Wisnu Bawatemaya mewakili Panglima TNI, Ir. I Gede Suratha, M.MA dari Kemendagri dan dan Charles Monorist dari DPR RI.

"Perbatasan adalah garda terdepan wilayah NKRI maka kita berkewajiban melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia" ujar I Gede Suratha.

Mayjen Danu menambahkan "Wilayah perbatasan harus diisi oleh insan-insan yang berpendidikan dan berkelayakan untuk penyelenggaran pembangunan nasional dalam mencapai tujuan bernegara, hal ini sesuai dengan UU no 25 Tahun 2004".

Kegiatan ini akan diakhiri dengan peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2014 yang akan dihadiri oleh Kapolri dan Kemenpora.

Siaga Bencana BPBD Klaten Bentuk 4 Posko

Posted by Senkom Mitra Polri | | Posted in ,

Senkom.or.id | KLATEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten akan menetapkan status siaga banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Langkah itu ditempuh menyusul datangnya musim penghujan yang sering disertai meningkatnya ancaman bencana di sejumlah wilayah di Klaten.

“Status siaga banjir, tanah longsor dan angin puting beliung akan ditetapkan bersamaan datangnya musim hujan. Kami minta masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk waspada karena hujan mulai turun,” kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten Sri Winoto, Minggu (9/11).

Berdasarkan perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan akan datang pada akhir Oktober atau awal November. Perkiraan itu tampaknya benar karena sejak pekan lalu, hampir setiap hari turun hujan di wilayah Klaten, dengan intensitas bervariasi.

Selain itu, angin ribut sudah sering terjadi di beberapa kecamatan. Bahkan, sudah jatuh 5 korban luka dan 1 korban meninggal dalam kejadian rubuhnya kandang ayam di Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk, Sabtu (8/11). Kondisi itu mendasari status siaga bencana, sehingga semua masyarakat diminta waspada.

Penetapan itu ditindaklanjuti dengan pembentukan empat posko siaga banjir, angin ribut dan tanah longsor yang beroperasi 24 jam. Posko utama berlokasi di Kantor BPBD Klaten, sedangkan 3 posko lain berada di tiga kecamatan rawan bencana yakni Kecamatan Bayat, Cawas dan Gantiwarno.

Sejalan dengan berdirinya posko, BPBD telah menyiapkan peralatan untuk keperluan penanganan bencana seperti perahu karet, sepatu dan jas hujan. Selain itu, ada sarana komunikasi berupa Handy Talky (HT). BPBD sudah menggelar rapat koordinasi dengan kelompok relawan di Gedung Sieraj, Jumat (7/11) malam.

sumber: suaramerdeka.com
Menembus Jarak Tanpa Batas

Translate

Video: Senkom Mitra Polri - Antara TV

Fans Page

Senkom Mitra Polri