Jakarta (18/6). Senkom Mitra Polri menegaskan komitmennya untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang diinisiasi Polri melalui pengembangan budidaya jagung di berbagai daerah. Komitmen tersebut menjadi salah satu agenda dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Senkom Mitra Polri Tahun 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, pada Kamis (18/6).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kapolri, yakni Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Mardiyono, jajaran pejabat utama Mabes Polri, Dewan Pembina dan Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri, serta sejumlah organisasi mitra, di antaranya KBP Polri, Gema Trikora, FKDB, LDII, PERSINAS ASAD, dan FORSGI. Kegiatan tersebut juga diikuti ketua dan sekretaris Senkom Mitra Polri dari 38 provinsi secara luring maupun daring.
Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Katno Hadi, mengatakan ketahanan pangan kini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional. Menurutnya, stabilitas negara tidak hanya ditentukan oleh aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga kemampuan bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Ketahanan pangan merupakan bagian integral dari ketahanan negara. Ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan akan menciptakan stabilitas sosial, mengurangi potensi konflik, serta memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Katno saat membuka Rapimnas.
Katno menjelaskan, sejak berdiri Senkom Mitra Polri memiliki tiga klaster pengabdian utama, yakni keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), bela negara, dan kebencanaan. Namun, perkembangan situasi nasional mendorong organisasi tersebut untuk ikut mengambil peran dalam mendukung ketahanan pangan sebagai bagian dari penguatan ketahanan negara.
Menurut dia, langkah Polri yang aktif mendorong peningkatan produksi jagung nasional merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa. Program tersebut tidak hanya dipandang sebagai kegiatan pertanian, tetapi juga investasi strategis dalam menjaga stabilitas nasional.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, Senkom Mitra Polri menyiapkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya mendorong partisipasi anggota dalam budidaya jagung dan pemanfaatan lahan produktif, membangun kolaborasi dengan Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan, serta mengintegrasikan semangat ketahanan pangan ke dalam program pembinaan anggota.
Selain itu, Senkom Mitra Polri juga akan mengembangkan model percontohan budidaya jagung berbasis komunitas di berbagai daerah. Model tersebut diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara masyarakat, Polri, dan pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Sementara itu, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Mardiyono menegaskan keberadaan Senkom Mitra Polri memiliki peran strategis dalam membantu pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Selama lebih dari dua dekade, organisasi tersebut dinilai konsisten mendukung tugas-tugas Polri, mulai dari meningkatkan kesadaran hukum, memperkuat semangat bela negara, hingga berperan dalam penanganan kebencanaan.
Mewakili Kapolri, Mardiyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Senkom Mitra Polri yang terus menunjukkan komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan oleh anggota Polri semata. Kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks itulah keberadaan Senkom Mitra Polri mempunyai arti yang sangat strategis,” kata Mardiyono.
Menurutnya, Senkom Mitra Polri bukan hanya mitra dalam menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan masyarakat yang mampu membantu deteksi dini, mencegah gangguan kamtibmas, menyelesaikan berbagai persoalan sosial, memperkuat pengamanan swakarsa, serta membangun kepedulian dan ketahanan sosial di tengah masyarakat.
Ia menekankan, hubungan kemitraan antara Polri dan Senkom perlu terus diperkuat hingga tingkat kewilayahan. Anggota Senkom diharapkan dapat bersinergi dengan jajaran kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas, Satbinmas Polres, dan Ditbinmas Polda melalui kegiatan nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar koordinasi administratif.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Mardiyono juga meminta anggota Senkom menjadi pelopor dalam menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa. Ia mendorong peningkatan kapasitas anggota Senkom di bidang komunikasi publik, deteksi dini, penanganan keadaan darurat, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Mardiyono berharap Rapimnas Senkom Mitra Polri Tahun 2026 tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga melahirkan semangat baru dalam mempererat kemitraan antara Polri dan Senkom Mitra Polri.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan yang ada, memberikan bantuan, serta mencegah persoalan kecil berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar,” pungkasnya.
Selain agenda persidangan organisasi, Rapimnas juga menjadi wadah penyampaian berbagai materi strategis dari instansi pemerintah dan mitra kerja guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta meningkatkan sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan keamanan dan kebencanaan yang semakin dinamis. (ARS).
0 Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Sebaiknya komentar sesuai berita yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Komentar ditayangkan setelah melalui moderasi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Emoji